![]() | |||
| Ilustrasi |
SOLO - Melemahnya nilai tukar rupiah
terhadap dollar membuat kalangan pengusaha elektronik Solo mengeluh. Hal
itu dikarenakan hampir seluruh peralatan elektronik dan hp terutama
notebook dan laptop mengalami kenaikan.
Salah seorang pemilik toko komputer, Anton, mengatakan, sejumlah produk yang harga belinya masih menggunakan dolar, seperti Toshiba dan Asus, sudah mulai mengalami kenaikan sejak 19 Agustus 2013.
Kenaikan harga yang terus berlangsung hingga kini itu telah mencapai Rp 200 ribu dari harga awal. "Kenaikan ini diprediksi akan terus terjadi bila nilai tukar rupiah makin melemah," ujar Anton, di Solo,Jawa Tengah, Selasa (27/8/2013).
Sedangkan, untuk sejumlah merek yang harga belinya menggunakan rupiah, seperti Acer dan Lenovo, diperkirakan akan mengalami kenaikan mulai awal September mendatang.
Selain harga notebook dan laptop, harga berbagai aksesori komputer juga turut naik. Kenaikan itu dikarenakan harga beli aksesori komputer juga menggunakan kurs dolar Amerika. Seperti misalnya, harga printer dan hardisk eksternal yang mengalami kenaikan bervariasi mulai Rp 50 ribu.
Anton mengatakan, kenaikan harga tersebut sangat merugikan dan dapat mengancam kelangsungan usahanya. Pasalnya, tak jarang konsumen yang hendak membeli laptop akhirnya mengurungkan niatnya setelah mengetahui kenaikan harga tersebut.
Ditemui di tempat terpisah pemilik kios handphone di Matahari Singosaren Solo, Handoko menjelaskan kenaikan harga gadget, yang sebagian besar masih import dari luar dan bertransaksi menggunakan kurs dolar. Tak heran bila harganyapun naik mengiringi naiknya nilai tukar dolar.
"Harga sudah naik sejak sebulan lalu, sebelum lebaran tepatnya sekira Rp 50.000 sampai Rp 100.000," ujarnya saat ditemui di kiosnya di lantai dasar Matahari Singosaren,Selasa (27/8/2013).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalaupun terjadi kenaikan, pihaknya tidak serta merta ikut meningkatkan harga dengan nominal tinggi, sebab saat ini kondisinya masih sepi pasca lebaran kemarin. (amr)
Sumber: www.okezone.com
Salah seorang pemilik toko komputer, Anton, mengatakan, sejumlah produk yang harga belinya masih menggunakan dolar, seperti Toshiba dan Asus, sudah mulai mengalami kenaikan sejak 19 Agustus 2013.
Kenaikan harga yang terus berlangsung hingga kini itu telah mencapai Rp 200 ribu dari harga awal. "Kenaikan ini diprediksi akan terus terjadi bila nilai tukar rupiah makin melemah," ujar Anton, di Solo,Jawa Tengah, Selasa (27/8/2013).
Sedangkan, untuk sejumlah merek yang harga belinya menggunakan rupiah, seperti Acer dan Lenovo, diperkirakan akan mengalami kenaikan mulai awal September mendatang.
Selain harga notebook dan laptop, harga berbagai aksesori komputer juga turut naik. Kenaikan itu dikarenakan harga beli aksesori komputer juga menggunakan kurs dolar Amerika. Seperti misalnya, harga printer dan hardisk eksternal yang mengalami kenaikan bervariasi mulai Rp 50 ribu.
Anton mengatakan, kenaikan harga tersebut sangat merugikan dan dapat mengancam kelangsungan usahanya. Pasalnya, tak jarang konsumen yang hendak membeli laptop akhirnya mengurungkan niatnya setelah mengetahui kenaikan harga tersebut.
Ditemui di tempat terpisah pemilik kios handphone di Matahari Singosaren Solo, Handoko menjelaskan kenaikan harga gadget, yang sebagian besar masih import dari luar dan bertransaksi menggunakan kurs dolar. Tak heran bila harganyapun naik mengiringi naiknya nilai tukar dolar.
"Harga sudah naik sejak sebulan lalu, sebelum lebaran tepatnya sekira Rp 50.000 sampai Rp 100.000," ujarnya saat ditemui di kiosnya di lantai dasar Matahari Singosaren,Selasa (27/8/2013).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalaupun terjadi kenaikan, pihaknya tidak serta merta ikut meningkatkan harga dengan nominal tinggi, sebab saat ini kondisinya masih sepi pasca lebaran kemarin. (amr)
Sumber: www.okezone.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar